Sabtu, 09 Februari 2008

Menghadapi pertanyaan sulit

Nervous menghadapi seleksi kerja itu biasa. Tapi, enggak bisa menjawab pertanyaan atau berbohong saat wawancara? Fatal sekali. Diterima kerja atau tidak, sangat tergantung pada kejujuran dan kemampuan Anda untuk menghadapi dalam wawancara.

Wawancara sangat berbeda dari proses lainnya dalam seleksi kerja. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul susah diprediksi, terlebih lagi untuk diarahkan sesuai keinginan Anda. Namun, selama Anda memiliki persiapan yang matang, wawancara bukan hal yang perlu ditakutkan.

Berikut ini beberapa pertanyaan sulit dalam wawancara.

  1. Mengapa meninggalkan perusahaan/pekerjaan yang sekarang?
    Ini adalah pertanyaan yang harus anda tangani secara efektif. Jawaban yang positif belum tentu membuat Anda diterima. Sebaliknya, jawaban yang berkesan negatif akan langsung membuat Anda tersisih.
    JANGAN MENJELEKKAN PERUSAHAAN atau MANTAN ATASAN Anda dengan dalih apapun , misalnya “Saya berhenti karena sudah tidak tahan lagi dengan manajemennya” atau “Wajar saya minta berhenti, bosnya itu lho, aduh saya tidak cocok dengan beliau karena tidak capable banget sebagai atasan.”
    Kalau Anda berhenti dari perusahaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, uraikanlah secara jujur namun diplomatis sehingga tidak terkesan bersifat pribadi.

  2. Mengapa kami harus merekrut Anda?
    Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengetahui apa yang akan Anda berikan kepada perusahaan.
    HINDARI JAWABAN YANG KLISE , seperti “Saya ini pekerja keras, saya juga bisa bekerja di bawah tekanan”. Oleh karena itu, sebelum menjalani wawancara, catatlah hal-hal dan potensi apa yang membuat Anda berbeda.
    Kemukakan hal apa yang bisa Anda berikan kepada perusahaan secara
    jujur dan spesifik . Misalnya “Dengan keahlian dan pengalaman saya sekian tahun di perusahaan sejenis, dan pelatihan yang telah saya dapat di bidang…… (sebutkan yang relevan dengan posisi yang Anda lamar), saya yakin bisa dengan cepat memberikan kontribusi yang dibutuhkan setiap anggota tim di divisi ini.”

  3. Mengapa Anda tertarik bekerja di perusahaan kami?
    Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengetahui seberapa besar minat Anda untuk bergabung di perusahaan dan apa yang Anda ketahui mengenai posisi yang Anda lamar. Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, Anda
    harus mencari informasi seluas-luasnya mengenai perusahaan dan posisi yang Anda lamar. Lebih baik lagi bila Anda bisa memperoleh kabar terakhir mengena perusahaan yang Anda lamar.

  4. Apa kelemahan Anda?
    Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengetahui apakah Anda tergolong orang yang dapat
    mengubah KELEMAHAN menjadi KEKUATAN? Misalnya, “Kelemahan saya adalah tidak bisa mengatakan tidak. Seberat apapun tugas yang diberikan meskipun dengan tenggat waktu yang tidak realistis, saya tetap tidak bisa menolak karena saya menganggapnya sebagai tantangan dan peluang untuk mengembangkan dan menunjukkan potensi diri .”

  5. Apa kegagalan terbesar Anda?
    Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mencari tahu mengapa kegagalan tersebut penting dan apa yang telah Anda pelajari serta apa kreativitas dan tindakan Anda dalam menindaklanjuti kegagalan tersebut.” Ada dua alternatif untuk menjawab pertanyaan ini.
    Alternatif pertama adalah mengungkapkan suatu peristiwa dimana Anda telah berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan sesuai prosedur dan menunjukkan kreativitas Anda dalam mengambil keputusan, namun kegagalan tetap terjadi karena berada diluar kuasa Anda.
    Alternatif kedua, ceritakanlah sebuah situasi dan prosesnya dimana pada awalnya Anda gagal, tapi pada akhirnya Anda menuai keberhasilan.
    Alternatif pertama kerap memunculkan kesan bahwa Anda adalah orang yang suka melempar tanggung jawab dan menyalahkan orang lain, kecuali bila jawaban disampaikan secara sangat diplomatis. Sebaliknya pada alternatif kedua akan
    mengesankan bahwa Anda adalah orang yang memiliki KOMITMEN, KEMAMPUAN dan KETEKUNAN dalam bekerja .

  6. Berapa gaji yang Anda inginkan?
    Ini adalah pertanyaan yang kerap menyebabkan seseorang gagal dalam tes wawancara.
    Khusus bagi fresh graduate, HINDARI menyebut angka yang terlalu tinggi karena kemampuan Anda belum teruji di perusahaan tersebut atau menyebut angka yang terlalu rendah, bahkan mengatakan “Terserah pada kebijaksanaan yang berlaku di perusahaan” karena akan menimbulkan kesan bahwa Anda adalah orang yang rendah diri .
    Anda boleh tidak menyebutkan angka pada saat itu, namun katakan bahwa Anda akan bernegosiasi bila Anda diterima bekerja. Kalaupun Anda didesak untuk mengatakan Angka, katakanlah kisarannya saja.
    Akan lebih baik bila Anda bertanya balik ke pewawancara mengenai berapakah standar gaji bagi kemampuan seperti Anda.

Pertanyaan pribadi.

Beberapa pewawancara kerap melontarkan pertanyaan yang menyangkut masalah-masalah pribadi yang sangat sulit untuk dijawab, misalnya menyangkut latar belakang Anda (orangtua, saudara, suami/itsri, anak dsb). Terkadang ada orang yang tidak suka kehidupan pribadinya diusik.

Berikut ini tips untuk merespon pertanyaan yang bersifat pribadi, yaitu :

  1. Menjawab langsung secara diplomatis dengan kesadaran bahwa pertanyaan tersebut tidak berhubungan langsung dengan pekerjaan yang dilamar.

  2. Bertanya dulu tentang relevansi dari pertanyaan yang diajukan dengan jabatan yang dilamar. Tujuannya agar Anda dapat memberikan jawaban yang tepat sesuai konteksnya.

  3. Anda bisa menolak menjawabnya jika Anda merasa pertanyaan tersebut sangat mengganggu privacy. Namun gunakan cara-cara halus dan diplomatis agar pewawancara tidak merasa dilecehkan.

Setelah Anda siap untuk menjalani tes wawancara, berikut ini adalah 7 perilaku umum yang harus dihindari dalam rangka memperkecil kemungkinan gagal dalam wawancara kerja :

  1. Datang terlambat

  2. Canggung

  3. Memberi jawaban yang bersifat mengelak / menghindar

  4. Pasif

  5. Keterampilan bicara yang buruk

  6. Money oriented

  7. Tidak melakukan kontak mata secara kontinyu.

Source : CHIC magazine November 8, 2006 by Ika Nurul Syifaa
Edited by : Pakde (riza_pakde@yahoo.com)

sumber : http://sac.its.ac.id/artikel/index.php?id=21

Tidak ada komentar:

NB : (Nambah Berita)

bagi temen2 yg punya blog atau situs pribadi harap melaporkan alamat URL-nya ke milis fhuns2002 agar bisa ditambahkan ke "link kami" terus terang saya tidak berani menambah alamat URL Anda sebelum ada ijin dari yang punya blog atau situs..
mksh atas perhatiannya....
fhuns02